Steven Johnson Syndrome (SJS), Buat A Besar

  /  Tags: ,

apa yang ada dalam benak orang tua, adik, kakak dan keluarga tercinta begitu menyaksikan salah seorang putra tersayang terkena suatu penyakit yang sangat awam atau bahkan belum pernah di dengar  sebelumnya?

itu terjadi pada kakak tertuaku yang selalu aku panggil Abesar, karena dia anak paling besar dan cucu tertua dari seluruh kluarga ibu dan babahku.

Penyakit itu menimpanya pada saat aku duduk di semester 3 kuliahku.

Aku dan keluargaku hanya mengira demam biasa. tapi tingginya melebihi demam yang biasa terjadi pada orang sakit. saat itu juga kami bawa ia kerumah sakit. Tapi karena masih diangap biasa, akhirnya ia disuruh pulang. tak lama setelah pulang, pada pagi harinya ia mengeluh ksakitan pada bagian punggung. saya menawarkan untuk memijat, betapa kagetnya saat dipijat ia meraung ksakitan. berinisiatif,  saya buka baju bagian belakangnya. astagfirullah…. ada bintik bintik kmerahan seperti cacar air. om ku bilang “coba dikasih talk, mungkin karena panas jadi keluar” istilah orang sunda. tapi tak ada reaksi sedikitpun. Tanpa nunggu lama, saat itu juga kami kembali kerumah sakit.

dengan diagnosa awal terkena cacar air, kakaku akan dimasukan ke isolasi karena ditakutkan akan menular ke pasien lain. tapi karena penuh akhirnya ia masuk ruang VIP. setelah itu, bitik-bintik merah itu semakin membesar dan berwarna merah padam itu menimpa seluruh tubuh tanpa terkecuali pada bagian kemaluannya. pada kesokan harinya ia mulai tidak kuat terkena cahaya, ia meminta seluruh gorden dan lampu dimatikan, matanya mulai berair dan me merah. pada saat itu juga ada beberapa dokter yang ikut menangani. ada dokter special dalam, kulit, dan mata. setiap perubahan , memerlukan penangana khusus dr tiap dokter karena tidak boleh sembarang obat masuk.

setelah sekian lama terbaring drumah sakit, akhirnya dokter memberikan izin untuk perawatan drumah mengingat penyakit yang diderita sudah mulai pulih meskipun virusnya masih aktif.

dampak terbesar terbesar terjadi terhadap kedua matanya. mata sebelah kiri sudah mulai tertutup dan tak bisa digunakan sebagai mana mestinya alias sudah tak dapat melihat. diibaratkan benang kusut yang tak dapat diurai kembali dan syaraf2nya sudah mati dan tak bisa digunakan kembali.

sedih banget dengernya, apalagi kedua orang tua yang tak bisa menemani saat itu sangat terpukul dengan kejadian ini. mengingat kakakku adalah anak kesayangan.

berbagai upaya telah dilakukan, semua syare’atnya juga telah kami laksanakan dengan harapan akan datang keajaiban. namun takdir tak dapat di bantah dan dirubah, setiap kejadian adalah anugrahnya yang patut kita syukuri.

Dengan berbekal mata sebelah kanan dan berkat semangat hidup yang tinggi, akhirnya kakakku bisa merampungkan skripsinya di fakultas Manajemen UNISBA dan bisa mengikuti wisuda bersama teman-temannya yang sangat ia sayangi dan banggakan.

waktu berjalan dengan begitu cepat sampai pada akhirnya suatu ketika tepatnya tgl 2 februari kita sekeluarga berangkat ke karawang untuk menghadiri pernikahan adik sepupu kami dengan menggunakan mobil km rental. setelah pulang dari sana, karena waktu untuk meminjam mobil masih lama kakak ku memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air hangat di sumedang.

sepulang dari sana, kakakku masih sehat-sehat saja. tapi begitu pagi tiba tanggal 3 februari 2008, kakakku yang sedang duduk dikursi sudut hijau khas timur tengah kesayangannya itu memintaku untuk melihat bola matanya. dia mengeluh kalo matanya tiba-tiba buram. tak lama kemudian, matanya sudah tak dapat melihat lagi. sakit rasanya hatiku melihat kenyataan yang begitu pahit menimpa kakak dan wawa tercinta dari anakku nazwah. baginya, anakku adalah semangat hidupnya.

harapan itu muncul ketika kedua orang tua kami pulang dari mekkah. ibuku berkonsultasi ke JEC. disana kakakku dikatakan bisa didonor. mendengar hal itu kami sekeluarga sangat bahagia sekali terutama kakakku. berbagai harapan diucapkan oleh kakakku, :

“klo aa udah bisa liat, aa pengen liat kaka nazwah (anakku), aa pengen nonton, aa bisa kemana-mana lagi, dll ”

seneng banget! tibalah saatnya untuk check up sebelum dilakukannya operasi. tapi tiba-tiba hal buruk terjadi pada mata yang akan didonor tersebut. terjadi pendarahan hebat dan mengharuskan matanya diangkat.

Astagfirullohala’dzim…… berita itu untuk ke2 kalinya terdengar dtelinga kami. kami sekeluarga sangat sedih. tapi berbeda dengan kakakku yang mengalaminya, dia terkesan sangat santai dan sangat menerima hal itu. meliaht hal itu, kami sudah tak memiliki alasan untuk selalu bersedih. kami sadar bahwa kami harus selalu menjadi semangat untuknya.

saat ini kedua matanya telah diangkat dan diganti dengan mata palsu.

semoga dengan hal ini kita mendapat pelajaran berharga dan bisa lebih berhati-hati terhadap obat-obatan yang beredar dipasaran, jgn sembarang minum obat. dan selalu tawekal, bersyukur dan sabar akan semua hal yang telah diberikan oleh yang  maha kuasa enatah itu bahagia ataupun duka.

terima kasih atas semua perhatian dan kasih sayang yang telah orangtua, keluarga, sahabat dan orang sekitar berikan kepada kakakku H.cecep ahmad kurnia.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *